October 25, 2021

Sinopsis Film Doraemon: Nobita and The Birth of Japan, Zaman Prasejarah Jepang, Tayang Malam Ini

Berikut sinopsis film Doreamon The Movie: Nobita and The Birth of Japan , tayang malam ini di Bioskop Trans TV pukul 19.30 WIB, Minggu (12/9/2021). Doraemon adalah kartun asal Jepang yang bercerita tentang kehidupan robot kucing dari abad ke 22 bernama Doraeman bersama anak SD, Nobi Nobita di abad ke 21. Karakter Doraemon ini berasal dari sebuah komik karya Fujiko Fujio.

Doraemon The Movie: Nobita and The Birth of Japan ini berdurasi 1 jam 54 menit. Film Doraemon ini disutradarai oleh Shinnosuke Yakuwe. Shin Ei Animation adalah perusahaan film yang mendanai film ini.

Dikutip dari , film ini memiliki genre petualangan, fantasi, fiksi ilmiah, dan komedi. Beberapa pengisi suara dalam film kartun ini adalah Megumi Ohara, Tomokazo Seki, Yumi Kakazu, Subaru Kimura, dan Wasabi Mizuta. Film ini menceritakan tentang Doraemon, Nobita, dan teman temannya dalam sebuah misi menyelamatkan anak laki laki bernama Kukuru.

Kukuru adalah anak dari suku Gigazombie yang ingin mengubah sejarah kehidupannya di masa lalu. Film dimulai dengan scene seorang anak laki laki dari zaman prasejarah yang sedang berburu ikan. Saat pulang dari mencari ikan, ia menemukan rumahnya sudah hancur.

Dia berteriak putus asa. Tanpa ia ketahui, muncul sebuah lubang pusaran waktu yang menarik Kukuru. Kemudian, scene berpindah ke rumah Nobita pada abad ke 21.

Nobita ingin kabur dari rumahnya karena ibunya selalu memarahinya karena mendapat nilai 0 dalam ujian. Ia kesal yang ingin mencari rumah yang bisa ia huni sementara bersama Doraemon, agar terbebas dari kemarahan ibunya. Di saat yang sama, Shizuka, Gian, dan Suneo juga ingin kabur dari rumah karena merasa orang tua mereka telah bekerja terlalu keras untuk mereka.

Nobita bertemu dengan ketiga temannya itu. Ia menyarankan agar mereka kembali ke masa lalu dan tinggal di tempat sebelum manusia ada. Mereka setuju dan melakukan perjalanan ke Jepang 70 tahun yang lalu menggunakan mesin waktu.

Doraemon memberi mereka masing masing satu hewan sebagai kendaraan yaitu Pegasus, Naga dan Griffin. Mereka makan malam bersama, lalu memutuskan untuk pulang dan berkunjung lagi esok hari. Keesokan harinya di rumah Nobita, Doraemon kesal karena kue dorayaki miliknya habis.

Ia menyimpulkan ada tikus yang memakan dorayaki nya. Gian, Shizuka dan Suneo datang berkunjung. Tiba tiba mereka diserang oleh anak laki laki misterius dari awal film (Kukuru).

Gian berkelahi dengan Kukuru dan berhasil membuat anak laki laki itu pingsan. Awalnya mereka kesal karena mereka percaya Doraemon dan Nobita memberitahu orang lain tentang tempat rahasia mereka. Namun, mereka menjadi bingung saat melihat tombak yang dipegang anak laki laki itu terbuat dari batu asli.

Ibu Nobita kemudian menaiki tangga dan dengan panik. Mereka terburu buru memasuki mesin waktu di dalam laci meja Nobita. Anak laki laki itu pergi bersama mereka ke masa lalu.

Tempat yang mereka tuju adalah sebuah gua. Ketika anak laki laki itu sadar kembali, Shizuka memberinya makanan dan Doraemon menggunakan talas terjemahan untuk memahaminya. Dia mengatakan kepada mereka bahwa namanya adalah Kukuru dan dia berasal dari Suku Cahaya.

Kukuru bercerita tentang Suku Cahaya diserang oleh Suku Kegelapan dan memperbudak semua rakyatnya. Nobita dan Doraemon memutuskan untuk membantunya. Kukuru tidak percaya karena Suku Kegelapan dipimpin oleh "Raja Roh" yang kuat, Gigazombi.

Namun, saat Doraemon menunjukkan kantong ajaibnya, Kukuru memanggilnya sebagai dewa yang membuat Doraemon kesal. Mereka melacak keberadaan Suku Kegelapan menggunakan Takekoputa . Akhirnya, mereka menemukan Suku Kegelapan.

Gigazombi dari Suku Kegelapan terbukti kuat dan menantang mereka. Doraemon heran dengan kemampuannya menghasilkan medan gaya pada sebuah benda di Zaman Batu. Ia menggunakan Hirarimando , cermin pembalik serangan, kepada Gigazombi itu.

Setelah mengalahkan Gigazombi Suku Kegelapan, mereka membawa Suku Cahaya ke lokasi Jepang di masa prasejarah. Kemudian, Doraemon, Nobita, dan teman temannya kembali ke abad ke 21. Keesokan harinya di Jepang zaman prasejarah, seekor Pegasus bernama Pega bertemu Gigazombi dalam keadaan hidup, setelah sempat dikalah Doraemon.

Ternyata Gigazombi memulihkan dirinya sendiri. Di rumah Nobita, Gigazombi muncul di depannya dalalm bentuk hologram. Ia menantang Nobita untuk datang kepadanya dan menghadapinya.

Suku Cahaya masih dalam bahaya, sehingga Nobita mengajak Doraemon dan teman temannya kembali ke zaman prasejarah. Mereka menghadapi badai salju dan Nobita terpisah dari kelompoknya. Tanpa Nobita, mereka melanjutkan perjalanan ke tempat persembunyian Gigazombi.

Gian melompat turun dari tempat persembunyian mereka. Namun, Doraemon dengan cepat menghentikan waktu. Dia menggunakan Toorinuge Hoop untuk mencapai permukaan.

Doraemon bingung ketika melihat dengan terowongan waktu tempat persembunyian Gigazombi. Mereka menelusuri terowongan itu dan menemukan sebuah ruangan dengan elektronik bersejarah di mana mana. Gigazombi muncul dan Doraemon bingung karena waktu seharusnya berhenti.

Doraemon kemudian menyadari Gigazombi adalah penjelajah waktu yang mengubah sejarah untuk keuntungannya sendiri. Gigazombi mengungkapkan rencananya menghancurkan terowongan sehingga tidak ada yang bisa masuk atau keluar dari periode waktu ini lagi. Mereka berkelahi.

Doraemon dengan mudah dikalahkan oleh Gigazombi karena ia berasal dari abad ke 23. Gadget Doraemon dari abad ke 22 sudah ketinggalan zaman dibandingkan miliknya. Kemudian, Doraemon, Shizuka, Suneo dan Gian ditangkap dan dipersembahkan pada harimau Siberia.

Nobita dan Draco (seekor Naga) datang menyelamatkan mereka. Mereka menonaktifkan mesin yang akan menghancurkan terowongan waktu. Time Patroli dan Dorami (adik Doraemon) dari abad ke 22 datang dan menangkap Gigazombi.

Dorami mengatakan ia menemukan keramik memori dari seseorang yang dibuat pada abad ke 23. Benda itu adalah milik Time Patrol. Nobita dan teman temannya bersiap pulang ke abad 21.

Mereka mengucapkan selamat tinggal pada Pega, Draco dan Gri (Pegasus, Naga, Griffin). Berita lain terkait Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *