September 27, 2022

Cbdc adalah  Istilah Mata Uang Terbaik

Cbdc adalah konsep uang digital yang mirip dengan mata uang kripto, hanya saja harganya dipatok dari mata uang kartal negara. Cdbc bisa dipahami sebagai bentuk digital dari uang kertas dan uang koin suatu negara, karena terdapat perbedaan mendasar antara mata uang digital dengan kriptocurrency.

Mengapa CBDC adalah Istilah Mata Uang Terbaik?

Cbdc adalah mata uang yang dikontrol langsung oleh bank sentral, juga difungsikan sebagai alat pembayaran yang sah. Harga cbdc lebih stabil jika dibandingkan dengan cryptocurrency yang nilainya sangat fluktuatif. Keunggulan tersebut muncul, karena mata uang ini diatur dan diawasi langsung oleh pihak bank sentral.

Rupiah digital ini akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai Bank sentral. Ada kemungkinan Bank Indonesia tidak memperbolehkan transaksi anonim menggunakan rupiah digital yang satu ini.

Tersedia Dua Jenis

Cdbc terbagi menjadi dua jenis mendasar pada tujuan penggunaannya. Jenisnya adalah cbdc grosir atau wholesale dan cbdc ritel. Khusus cbdc grosir, biasanya dipakai oleh lembaga keuangan. Konsep ini mirip dengan menyimpan cadangan di bank sentral, yang akan dipergunakan untuk menyelesaikan transfer antar bank.

Adapun Bank sentral juga bisa menetapkan kebijakan moneter seperti persyaratan pengajuan cadangan, atau biasa disebut sebagai bunga pada saldo cadangan. Hal tersebut terjadi untuk mempengaruhi pinjaman dan menetapkan suku bunga.

Terlebih cbdc ritel bisa menghilangkan resiko perantara, karena penerbit mata uang digital swasta bisa bangkrut dan kehilangan aset pelanggannya jika menggunakan ini. Cbdc ritel kemudian terbagi lagi menjadi dua jenis, yang mana ada yang bisa dikembangkan dan digunakan secara bersama-sama dalam sistem perekonomian.

Jenis yang bisa digunakan bersama-sama adalah berbasis token dan berbasis. Untuk cbdc berbasis token, tentu bisa diakses dengan menggunakan kunci yang dimiliki pihak pribadi ataupun publik. Jenis yang satu ini memungkinkan para penggunanya untuk bertransaksi secara anonim.

Berbeda dengan cbdc berbasis akun, yang tidak memungkinkan penggunanya untuk bertransaksi secara anonim. Hal tersebut terjadi karena ada kewajiban identifikasi digital untuk mengakses akun milik penggunanya.

Adapun juga terdapat dana moneter internasional atau biasa disebut sebagai IMF, yang telah menyerahkan Indonesia untuk menggunakan cbdc ritel. Hal tersebut terjadi karena Indonesia tergolong cenderung mengutamakan transaksi dengan uang tunai.

Keunggulan dan Kekurangan CBDC

Tahun 2021, uang elektronik yang ada di Indonesia diketahui tumbuh sekitar 49%. Hal tersebut mencapai ratusan triliun jumlahnya. Ini merujuk pada keunggulan dan kekurangan cbdc yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi ekonomi. Nantinya Bank Indonesia akan mengeluarkan dan mengedarkan rupiah digital melalui blockchain.

Dengan menggunakan cbdc, Anda tidak akan menemukan lagi pungutan biaya transaksi. Sebab, biaya transaksi akan tersambung dalam sistem mata uang digital. Hal tersebut juga sesuai dengan teknologi buku besar dengan distribusi dalam konteks wholesale rupiah.

Adapun gubernur Bank Indonesia juga menyatakan bahwa uang digital yang satu ini akan memudahkan pihak retailer untuk bisa langsung mengunjungi ritel.

Penerapan cbdc akan didukung dengan Bank Indonesia, bersamaan dengan perluasan quick respons kode Indonesia standar. Walaupun begitu, masyarakat memang harus perlu memperhatikan risiko keamanan cyber yang tersebar di seluruh teknologi Indonesia.

Adapun penerbitan dan peredaran cbdc tentunya akan dikontrol oleh bank sentral atau Bank Indonesia. Hal tersebut tentunya berbeda dengan sistem mata uang digital, seperti contohnya adalah kriptocurrency yang tidak bisa dikendalikan oleh regulator mana saja.

Adanya cdbc adalah bentuk peningkatan teknologi yang harus dilestarikan agar kemudahan teknologi bisa didapat dengan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.