October 16, 2021

Berita AC Milan, Ante Rebic Sang ‘Mastermind’, Pembuktian Rafael Leao, Ibra Pamer Luka Operasi

AC Milan mengamankan kemenangan ketiga secara beruntun, seusai membabat Lazio 2 0 dalam laga pekan ketiga Serie A Liga Italia, di Stadion San Siro, Ahad (12/9/2021). Dua gol itu dicetak Rafael Leao pada menit ke 45 dan Zlatan Ibrahimovic pada menit ke 66. Dua pemain itu jelas mendapat kredit dalam kemenangan AC Milan tersebut.

Namun, gelar Man of The Match memang layak diberikan ke Ante Rebic, sang 'Mastermind', julukan yang diberikan SempreMilan atas kontribusi pemain Timnas Kroasia itu pada laga tersebut. Ante Rebic mendapat rating tertinggi di antara pemain lain AC Milan di pertandingan tersebut. Whoscored memberi nilai 8,4 untuk peforma Rebic sementara dari SempreMilan , penyerang itu mendapat poin delapan.

Ante Rebic menjadi dalang dari dua gol lesakan Rossoneri . Berdasarkan statistik, Rebic mengukir total tujuh umpan kunci di pertandingan itu. Dia juga sukses menuntaskan dua giringan bola dari empat kali percobaan serta sekali memenangkan duel di udara. Hal yang membuat dia menjadi bintang pertandingan, tentu saja dua assist buat Rafael Leao dan Zlatan Ibrahimovic.

Diturunkan menjadi starter, Rebic ditugaskan menjadi penyerang tunggal dalam formasi 4 2 3 1 yang diterapkan pelatih Stefano Pioli. Seolah menyingkirkan stigma 'lambat panas', nyatanya Ante Rebic menjadi satu di antara pemain kunci dan tampak seperti pemain yang berbeda dibanding sebelumnya. Banyak memenangkan pertarungan perebutan bola, pemain berusia 27 tahun itu memberikan sebuah asisst ke Rafael Leao pada babak pertama, dan umpan terukur pada Zlatan Ibrahimovic yang baru masuk di babak kedua.

Selain apiknya peforma Ante Rebic, laga itu juga menjadi panggung Rafael Leao untuk membuktikan diri kalau dia adalah pelapis yang tepat buat jajaran penyerang skuat 'Hitam Merah'. Diketahui, Rafael Leao kerap menjadi sasaran kritik karena dianggap lemah dalam penyelesaian akhir. Namun pada laga Minggu malam itu, Leao melakukannya tugasnya secara baik.

MilanNews bahkan memberikan dia repor angka 7,5, kedua tertinggi setelah Ante Rebic, lantaran peforma menggigitnya di sayap kiri Rossoneri. Dalam sebuah wawancara dengan DAZN setelah pertandingan, seperti dikutip oleh MilanNews , anak muda Portugal mengaku pada musim musim lalu, konsistensi penampilan memang menjadi kelemahannya. Hal itu yang ingin dia perbaiki pada musim ini. Terlebih, saat ini Milan ditunjang oleh para pemain dengan kolektivitas yang solid.

“Saya pikir itu adalah gol yang bagus tetapi di atas semua itu, ada kerja hebat dari tim yang bekerja dengan sangat baik. Saya senang," kata Leao soal satu golnya ke gawang Lazio. “Jelas bahwa para pemain hebat ingin bermain melawan tim tim hebat. Itu adalah tantangan besar di depan para penggemar kami, kemenangan selalu luar biasa,” "Menang di depan fans kami sendiri rasanya jauh lebih baik," ujar Rafael Leao soal kemenagan ketiga beruntun AC Milan di awal musim ini.

Secara jujur, Leao menyebut kontiniutas permainan adalah hal yang menjadi kekurangannya musim lalu. Pun, arahan Stefano Pioli, kata dia, membuat dia bisa mengeluarkan potensinya dalam mengobrak abrik pertahanan lawan. "Pelatih dan tim tahu kualitas saya dalam menggiring bola. Saya mencoba membantu tim saya seperti ini dan saya puas dengan apa yang telah saya lakukan,”

“Kekurangan saya adalah konsistensi (kontinuitas). Saya mencoba menemukannya dan mengembangkan pertandingan demi pertandingan dan latihan demi latihan,” kata Rafael Leao. Pada Rabu malam pekan ini, AC Milan akan menghadapi Liverpool di Anfield pada ajang Liga Champions. Menarik ditunggu apakah pelatih Stefano Pioli kembali mempercayai Leao untuk tampil sebagai starter.

Pioli dipastikan akan sedikit mengalami dilema mengingat jajaran penyerang AC Milan kembali menunjukkan kelasnya seusai menepi karena sejumlah hal. Giroud yang sudah mencetak dua gol sejauh ini, dipastikan bisa tampil dalam laga melawan Liverpool seusai dinyatakan negatif virus corona. Zlatan Ibrahimovic yang sudah sembuh dari cedera juga membuktikan diri bisa tampil dan mencetak gol melawan Lazio.

Lebih lebih Ante Rebic, yang tampil trengginas hingga membuat Lazio merasakan kekalahan pertama mereka musim ini. Sorotan saat AC Milan membekap Lazio juga mengarah ke striker Zlatan Ibrahimovic. Masuk ke lapangan menggantikan Rafael Leao pada menit ke 60, Ibra cuma perlu tujuh menit untuk menggandakan keunggulan AC Milan.

Gol ini dinilai sebagai pemulih mentalitas Ibra yang sempat runtuh karena hantaman cedera lutut. Cedera itu Ibra terima saat AC Milan menghadapi Juventus di Liga Italia Mei 2021 silam. Kemenangan Milan pada laga itu dibayar mahal atas cedera cukup parah yang diterima Ibra hingga dia tak bisa membela Timnas Swedia pada ajang Euro 2020 . Cedera itu rupanya bukan cedera biasa. Ibra yang sebelumnya keukeuh hanya mau menjalani terapi akhirnya menyerah dan bersedia menjalani operasi lantaran cedera tak kunjung pulih.

Seusai kemenangan Milan atas Lazio, Ibra yang kini tampil dengan gaya rambut taucang, mengunggah bekas luka itu di instagramnya. Terkait cedera Ibra, diyakini pelatih Stefano Pioli belum berani menjadikan Ibrahimovic sebagai starter . Disebutkan, Pioli menilai masih terlalu riskan memainkan Ibra yang segera berumur 40 tahun pada 3 Oktober 2021 itu atas pemulihan cedera yang kini masih dia jalani.

Hal itu mengidikasikan, Ibra juga akan diposisikan sebagai pelapis di bangku cadangan saat AC Milan bertandang ke Anfield, markas Liverpool pada laga pembuka grup Liga Champions, Rabu pekan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *