January 20, 2022

3 Penyebab dan Faktor Risiko Skoliosis

Pernahkah Anda melihat seseorang yang tulang belakangnya seperti membentuk huruf C atau huruf S? Jika iya, hal itu merupakan Skoliosis. Sebuah gangguan muskuloskeletal yang membuat tulang belakang melengkung ke arah samping. Kelainan ini bisa menyerang siapa saja, dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa sekalipun. Lantas apa saja penyebab dan faktor risiko dari kelainan ini?

Penyebab Skoliosis

Memang belum bisa dipastikan secara klinis apa saja yang bisa menyebabkan kelainan pada tulang belakang ini. Namun, dokter meyakini bahwa ada berbagai masalah kesehatan yang bisa menjadi penyebab dari gangguan muskuloskeletal jenis ini.

1. Masalah Neuromuskular

Neuromuskular merupakan kondisi dimana terdapat gangguan pada fungsi saraf dan otot pada tubuh. Orang dengan masalah ini, akan menyebabkan tulang belakang melengkung di kemudian hari. Contoh masalah neuromuskular yang bisa menyebabkan gangguan tulang belakang ini antara lain: Cerebral palsy, Spina bifida dan juga Distrofi otot.

2. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan pengeroposan tulang. Sekedar informasi, tulang merupakan jaringan hidup yang mudah rapuh dan akan diganti dengan tulang yang baru. Namun, untuk orang yang mengalami osteoporosis, pembentukan tulang baru akan sangat lambat.

Alhasil, akan membuat tulang rapuh dan sangat mudah patah (fraktur). Area tulang yang paling sering mengalami fraktur adalah bagian tulang belakang. Fraktur ini nantinya akan menyebabkan tulang belakang melengkung ke arah samping. Sehingga akan terlihat seperti huruf C atau S.

3. Malformasi Tulang Belakang

Malformasi embriologis satu atau lebih tulang belakang pada sistem rangka menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Skoliosis. Masalah tersebut akan membuat satu area tulang belakang memanjang dengan lebih lambat. Alhasil, tulang belakang akan melengkung ke samping. Kelainan ini bisa saja dialami oleh bayi yang baru lahir dan baru terdeteksi saat memasuki usia anak-anak atau remaja.

Faktor Risiko Skoliosis

Meski penyebab gangguan tulang belakang ini belum diketahui secara pasti. Namun, para ilmuwan menemukan ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletel jenis. Seperti:

1. Usia

Gangguan tulang belakang yang satu ini memang bisa dialami oleh siapa saja. Baik itu bayi yang baru lahir hingga orang dewasa. Namun, kelainan tulang belakang ini lebih sering dijumpai pada anak-anak, remaja dan juga lansia. Umumnya gangguan ini baru bisa terdeteksi saat memasuki usia remaja.

2. Jenis Kelamin

Anak perempuan dan laki-laki mempunyai risiko terserang Skoliosis yang tidak jauh berbeda. Akan tetapi, risiko perkembangan gangguan tulang belakang yang lebih parah lebih sering terjadi pada anak perempuan.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga

Orang yang mempunyai anggota keluarga dengan riwayat terserang gangguan muskuloskeletal jenis ini, mempunyai risiko yang lebih besar. Meski demikian, kasus gangguan tulang belakang yang melengkung karena faktor keturunan sangatlah jarang.

Meski tidak tergolong penyakit kronis, gangguan tulang belakang ini bisa membatasi aktivitas fisik dan membuat Anda kesulitan bernapas. Untuk bisa mengetahui gejala dan cara pengobatan Skoliosis, Anda bisa membacanya di Orami Magazine. Tak hanya itu, Anda juga bisa membaca artikel kesehatan lainnya, untuk menunjang kesehatan Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *